diklat pim4

Diklat Pim IV Angkatan 51,Ra korupsi,ra ngapusi, ra ngadali, ra mbodoni

KKK

KKK dan KKOL adalah salah satu tugas untuk menyelesaiakan DIKLAT PIM IV

 contoh
Judul
PENINGKATAN KOMPETENSI PETUGAS DISTRIBUSI SPPT PBB PADA KELURAHAN PEKAUMAN KOTA TEGAL DALAM MENYELENGGARAKAN PELAYANAN PUBLIK UNTUK MENSUKSESKAN VISIT JATENG 2013

Isue
DISTRIBUSI SPPT PBB TAHUN 2013 KELURAHAN PEKAUMAN KOTA TEGAL TERLAMBAT

Dosen Pengampu :
Dr. LILIN BUDIATI, SH, MM







DISUSUN OLEH :
 KELOMPOK I  DIKLATPIM IV ANGKATAN 49

1.            B. TRI RAHARJO, S.Sos, MM
2.            SANGADAH, SE, ME
3.            SUHARTANTO, A.MKL
4.            GIGIH WAHYUDIN, SH
5.            RETNO SRI REJEKI, S.HUT, M.Si
6.            RINA EKOWATI, ST
7.            BUDI WALUYO S, ST, MT
8.            BARIK MUHARMAN, SIP
9.            EDI SUHARNO, ST
10.       SIPAN
11.       YANTI ISMURYANI, SE
12.       SUMARNO, S.Kep, M.Kes
13.       Dra TITIK SUPRAPTI





BAB I
PENDAHULUAN

       I.             Latar Belakang Masalah
Pajak merupakan salah satu komponen penting dalam penerimaan negara. Salah satu jenis pajak yang strategis adalah Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Pajak Bumi Bangunan (SPPT PBB) yang dikenakan kepada tiap warga masyarakat yang memiliki tanah dan bangunan. Sebelumnya pengelolaan SPPT PBB dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Dengan adanya regulasi yang baru mulai tahun 2013 pengelolaan SPPT PBB diserahkan dan dikelola oleh Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD). Dalam implementasinya masih ditemuinya beberapa permasalahan. Sampai dengan pelaksanaan, pada tataran kelurahan ada yang terlambat dalam pendistribusiannya. Keterlambatan ini merupakan isu aktual yang harus segera diselesaikan agar proses ini berjalan lancar.

  II.         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan, ”Bagaimana strategi untuk mengatasi keterlambatan dalam distribusi SPPT PBB Tahun 2013 di Kel. Pekauman Kota Tegal”.

III.         Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi petugas PBB adalah agar distribusi SPPT PBB dapat dilaksanakan dengan tepat waktu, baik dan benar sesuai peraturan/ ketentuan yang berlaku.



BAB II
ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH

A.      Identifikasi Masalah
1.      Sumber Daya Manusia (SDM)
a.       Kurangnya keterampilan tenaga yang menangani PBB
b.      Kurangnya jumlah tenaga yang menangani PBB
c.       Belum adanya tim yang menangani administrasi PBB
2.      Bahan
a.       Kurangnya blangko formulir penyampaian PBB
b.      Adanya salah cetak nama wajib pajak
c.       Adanya penulisan ganda nama wajib pajak
d.      Terlambatnya buku induk dari DPPKAD ke Kelurahan
3.      Metode
a.       Adanya pengalihan dari KPP PRATAMA  ke DPPKAD
b.      Keterlambatan menerima SPPT PBB dari DPPKAD
c.       Belum adanya Substansi Perda yang mengatur tentang PBB 
4.      Lingkungan
a.       Akses pendistribusian SPPT PBB ke warga memakan waktu lama
b.      Adanya Wajib Pajak yang berdomisili di luar daerah
c.       Kurangnya sosialisasi pada masyarakat mengenai PBB
5.      Data
a.    Perubahan data wajib pajak tidak diikuti dengan perubahan data di SPPT PBB
b.   Kurang lengkapnya data dukung SPPT PBB seperti (Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP), Surat Tanda Terima Setoran  (STTS).
c.    Kurang sesuainya data Wajib Pajak  yang tertera
6.      SARANA PRASARANA
a.       Tidak adanya sarana operasional pendistribusian SPPT PBB
b.      Kurang tersedianya pos pelayanan pembayaran SPPT PBB
c.       Lokasi pembayaran PBB terlalu jauh dijangkau masyarakat



DIAGRAM  FISH  BONE ( TULANG IKAN )
 

1.      Masalah Utama :
Distribusi SPPT PBB Tahun 2013 pada Kelurahan Pekauman Kota Tegal  terlambat

2.      Masalah Pokok
a.       Sumber Daya Manusia (SDM)
b.      Bahan
c.       Metode
d.      Lingkungan
e.       Data
f.       Sarana dan Prasarana

3.      Masalah Pokok yang dominan
Masalah Pokok yang dominan ditentukan dengan Analisis USG, sbb :
No
Masalah
Kriteria
Total
Rank
U
S
G
1
Sumber Daya Manusia
5
5
4
14
I
2
Bahan
5
4
4
13
II
3
Metode
4
4
4
12
III
4
Lingkungan
2
3
3
8
VI
5
Data
5
3
3
11
IV
6
Sarana Prasarana
3
3
3
9
V









Keterangan :                                                   Skala Prioritas :
U         : Urgency (mendesak)                         Skala Likert: 1 s/d 5
S          : Seriousness (serius)
G         : Growth (pertumbuhan)        
Berdasarkan analisis tersebut diatas, Masalah Pokok yang dominan adalah Sumber Daya Manusia (SDM)


4.      Masalah Spesifik
Masalah Spesifiknya yaitu : SDM
a.    Kurangnya ketrampilan petugas PBB dalam pelayanan administrasi keagrariaan
b.    Sedikitnya jumlah petugas yang menangani PBB
c.    Belum adanya tim dalam menangani administrasi PBB

5.      Masalah Spesifik yang dominan
Masalah Spesifik yang dominan ditentukan dengan analisis USG, sbb :

No
Masalah
Kriteria
Total
Rank
U
S
G
1
Rendahnya ketrampilan petugas PBB
5
4
5
14
I
2
Masih kurangnya jumlah petugas PBB
4
4
4
12
II
3
Belum adanya tim dalam menangani administrasi PBB
4
3
4
11
III
Keterangan :                                                               Skala Prioritas :
U         : Urgency (mendesak)                                     Skala Likert: 1 s/d 5
S          : Seriousness (serius)
G         : Growth (pertumbuhan)

Berdasarkan analisis tersebut di atas, Masalah Spesifik yang dominan adalah :
"Rendahnya kompetensi aparatur/ketrampilan petugas PBB dalam rangka pelayanan administrasi PBB”





B.     Pemecahan Masalah
Setelah Masalah Spesifik yang dominan diketahui, maka untuk pemecahan masalahnya dilakukan dengan cara membuat Diagram Medan Kekuatan berikut ini:

DIAGRAM MEDAN KEKUATAN
 







FAKTOR PENDORONG
FAKTOR PENGHAMBAT
1.      Capaian pendapatan sesuai target yang ditetapkan dalam Perda Pemkot Tegal Nomor 12 Tahun 2013 tentang Retribusi Pajak Daerah


2.      Penghargaan (Reward) untuk SKPD yang melaksanakan pelunasan PBB tercepat.
 


3.      Kasadaran wajib pajak PBB perkotaan tinggi
 


1.      Kurangnya ketrampilan petugas PBB
 


2.      Masih sedikitnya tenaga/petugas PBB
 


3.      Belum adanya tim administrasi PBB

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
1.      On The Job Training bagi petugas PBB
2.      Deseminasi kesadaran wajib pajak
3.      Pembentukan Tim Pelayanan Administrasi PBB



KEPNER TREGOE

Alternatif



Kriteria

Bobot
On The Job Training bagi petugas PBB

Deseminasi kesadaran wajib pajak

Pembentukan Tim Pelayanan Administrasi PBB

N
NT
N
NT
N
NT
Waktu
20
7
140
5
100
7
140
Tenaga
20
8
160
5
100
7
140
Dukungan Finansial
10
7
70
7
70
7
70
Efektivitas
20
8
160
7
140
8
160
Partisipasi publik
10
6
60
8
80
7
70
Komitmen institusi
10
8
80
8
80
8
80
Sarana dan prasarana
10
8
80
7
70
8
80
Jumlah
100

750

640

740






Dari ketiga alternatif tersebut di atas, alternatif terpilih adalah : "On The Job Training bagi Petugas PBB"



ANALISIS MASALAH POTENSIAL
No
On The Job Training bagi Petugas PBB
Persoalan
Potensial
Pertanyaan untuk Solusi
Alternatif
Pencegahan
1
Penentuan Tempat
Lokasi yang mempunyai keunggulan sesuai tema On The Job Training
Dimana lokasi yang tepat?
Mencari informasi melalui berbagai media
2
Penentuan Waktu
Waktu On The Job Training
Berapa lama waktu yang diperlukan?
Sekurang-kurangnya         2 hari
3
Koordinasi
Surat Permohonan
Bagaimana cara mengajukan permohonan On The Job Training?
Surat Permohonan untuk On The Job Training ke lokasi yang dituju





4
Penentuan Peserta
Penentuan kriteri peserta
Siapa saja yang masuk kriteria calon peserta?
Petugas Pelayanan PBB Kelurahan


Penentuan jumlah peserta
Berapa banyak peserta On The Job Training?
5 orang





5
Penyiapan Pelaksanaan Kegiatan
Menyusun RAB
Berapa anggaran belanja yang dibutuhkan?
Disesuaikan dengan indek standar harga Kabupaten









BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian sebagaimana pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan :
  1. Permasalahan  kompetensi petugas pelayanan PBB menjadi salah satu isu/masalah krusial yang  perlu mendapatkan perhatian agar pelayanan dapat cepat dan tepat dilaksanakan
  2. Rendahnya kompetensi petugas PBB, disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : masih kurangnya ketrampilan petugas PBB dalam pelayanan administrasi PBB, masih sedikitnya jumlah petugas PBB, pengelolaan administrasi PBB belum dilaksanakan oleh tim.
  3. Berdasarkan analisis USG tersebut di atas, masalah spesifik yang dominan adalah : "Rendahnya kompetensi aparatur/ketrampilan petugas PBB dalam pelayanan administrasi PBB”
  4. Untuk masalah spesifik "Rendahnya kompetensi aparatur/ketrampilan petugas PBB dalam pelayanan administrasi PBB”, alternatif kebijakan yang dapat diterapkan antara lain:
a.       On the job training bagi petugas PBB;
b.      Deseminasi Petugas Pajak;
c.       Pembentukan tim pelayanan administrasi PBB.
  1. Dengan Metode Kepner Tregoe, maka alternatif kebijakan yang prioritas untuk diterapkan adalah  "On the job training  petugas PBB"
  2. "On the job training petugas PBB"  khususnya bagi petugas PBB yang memenuhi kriteria sebagai tenaga teknis dan atas pertimbangan efektivitas dan efisiensi serta kompetensi sesuai tupoksi pekerjaan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar